Setan Merah Mengeluarkan Taringnya

Setan Merah Mengeluarkan Taringnya

Setan Merah Mengeluarkan Taringnya

Manchester United entah kenapa lebih baik di Liga Champions Eropa dibandingkan di Liga Premier Inggris. Mereka tidak pernah terkalahkan dalam lima pertandingan serta sudah mencatatkan tiga kemenangan dan dua hasil seri serta sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Ini mungkin pertanda baik untuk David Moyes. Moyes mungkin melempem di Liga Inggris tetapi dia mampu secara luar biasa mengantarkan Manchester United menang atas lawan-lawannya di Liga Champions Eropa. The Red Devils bahkan sudah menggelontorkan sebelas gol dan hanya kemasukan tiga saja ke gawang David De Gea. Moyes patut berterima kasih kepada Antonio Valencia, Jonny Evans, Chris Smalling dan Nani yang bergantian menjebol gawang tuan rumah Leverkusen. Ditambah satu gol bunuh diri Emir Spahic lengkaplah pesta United di Jerman.

Manchester United starting eleven diisi oleh De Gea; Smalling, Ferdinand, Evans, Evra; Giggs, Jones; Valencia, Kagawa, Nani; Rooney. Ini menjadikan formasi United adalah 4-2-3-1. Sementara itu pelatih Leverkusen yang merupakan mantan pemain legendaris Liverpool, Sami Hyypia menurunkan formasi menyerang 4-3-3 dengan susunan pemain: Leno; Donati, Spahic, Toprak, Can; Bender, Reinartz, Rolfes; Castro, Kiessling, Son. Leverkusen tidak mau mengincar seri sepertinya mereka ingin memastikan diri melaju ke babak 16 besar agar beban kompetisi mereka tidak terlalu banyak.

Leverkusen bertumpu pada Son Heung-Min agar bisa membuat gerakan-gerakan kreatif dan melumpuhkan pertahanan United. Pemain berusia 21 tahun tersebut sedang berada pada kondisi terbaik untuk menciptakan harapan yang diberikan padanya. Sepuluh menit pertandingan berjalan kedua tim sebenarnya sudah saling serang dan menciptakan ancaman kepada yang lainnya. Akhirnya pada menit ke-22 Antonio Valencia memberikan United keunggulan. Gelandang serang asal Ekuador tersebut menyambut bola yang diberikan secara matang dari Wayne Rooney. Bahkan sebenarnya gol pertama United adalah buah kerja sama apik antara Kagawa yang berhasil mencuri bola dari Spahic, Kagawa lantas mengumpan pada Giggs yang meneruskan pada Rooney, Rooney mengecoh dengan tidak menembak dan malah memberikan umpan kepada Valencia.

Spahic semakin menjadi pusat blunder karena dia melakukan gol bunuh diri pada menit ke-30. Kemudian Jonny Evans membuat keunggulan United bertambah menjadi tiga gol di babak kedua. Lalu berturut-turut Smalling dan Nani mencetak gol untuk membuat Manchester United berpesta di Jerman dengan lima gol. Mungkin Sami Hyypia tidak menyangka bahwa pasukannya bisa kemasukan lima gol tanpa balas apalagi di kandang sendiri. Karena di Old Trafford saja walau mereka kebobolan empat gol masih bisa mencuri dua gol. Usai pertandingan, Hyypia tidak bisa berkata banyak dan hanya berkomentar bahwa memang anak-anak asuhannya tampil sangat buruk. Dengan hasil ini Leverkusen wajib menang atas Sociedad pada pertemuan mendatang sedangkan Donetsk tidak menang atas MU.