Prediksi Piala Dunia Antonio Cassano

Antonio Cassano

Antonio Cassano

Prediksi Piala Dunia – Gosip bahwa Antonio Cassano akan hengkang dari Inter Milan merupakan salah satu gosip paling panas di tahun ini, dan akhirnya pada awal Juli, dia menjadikannya kenyataan. Parma lah yang beruntung berhasil menggaet pemain tiga puluh tahun ini, namun harus memberikan cukup banyak uang untuk merekrutnya, termasuk menyerahkan 50% kepemilikan Ishak Beldofil.

Sekarang, seperti ketika Fantonio – julukan Cassano – tiba sebagai pemain pinjaman di Sampdoria pada tahun 2007 setelah delapan belas bulan bermain di Real Madrid, dia punya kesempatan lagi, kesempatan emas dan mungkin juga kesempatan terakhir, untuk kembali menjadi pemain kelas dunia setelah sempat meredup di AC Milan dan Nerazzurri. Di Madrid, Cassano tidak akur dengan presiden klub Ramon Calderon, dan sering didenda karena tidak menjaga berat badannya. Dia juga mengalami cedera engkel yang memaksanya hanya bermain sembilan belas kali di La Liga. Cerita yang sama berulang saat dia di Inter, pemain depan asli Italia itu mengalami cedera dan berselisih dengan para pelatih. Andrea Stramaccioni diisukan sempat bertengkar hebat dengan Cassano, meskipun telah dibantah sebagai perselisihan kecil.

Bagaimanapun, adalah pelatih baru Inter Walter Mazzarri yang disebut sebagai alasan terbesar Cassano pergi. Dia baru-baru ini menyalahkannya atas kepergiannya dari Inter. “Aku ingin berterimakasih kepada (Massimo) Moratti, (Marco) Branca, dan (Piero Ausilio), namun bukan kepada Mazzarri, karena sebelum dia bergabung dia berkata kepadaku bahwa aku akan jadi starter tetap di tim, dan setelah dia tiba dia berkata bahwa aku bukan starter.”, ucap Cassano kepada para reporter. “Dia mendorongku untuk pergi. Aku hengkang karena aku tidak bisa bermain di Inter dalam rencananya.” “Semua orang tentu sadar bahwa saat anda memiliki Antonio, ada baik dan buruknya. Selama karirku aku baru mencapai 30-40 persen dari yang sebenarnya mampu aku capai” Saat bekas pemain Roma dan Bari ini tiba di Sampdoria, dia mengalami mungkin musim terbaiknya sebagai pesepakbola. Dengan Giallorossi, Cassano mencatatkan 39 gol liga dalam 118 penampilan. Dengan Sampdoria, Cassano mencatat rekor 35 gol dalam 96 laga. Impresif mengingat posisinya sebagai seconda punta. Terutama untuk pemain yang sempat mengalami kesulitan setelah meninggalkan Roma bulan Januari 2006.

Cassano merupaan pemain yang harus diturunkan sebagai titik pusat serangan tim. Di Sampdoria, dia dan Giampaolo Pazzini menjadi tandem yang berbahaya, membuat mereka berdua dipanggil ke timnas saat Cesare Prandelli menjadi pelatih. Di Inter, awalnya Cassano menjadi aktor utama, namun setelah formasi diganti-ganti dan cedera beberapa kali, dia kehilangan perannya. Sekarang, dengan Parma, dia punya kesempatan untuk menjadi pemain utama lagi. Ada beberapa pemain brilian di skuad, Nicola Sansone dan Jonathan Biabany di antaranya, namun mereka masih muda. Dan tanpa Belfodil, Gialloblu membutuhkan sosok kreatif, dan siapa lagi selain Cassano? Visi dan kreativitas Cassano akan menjadi tumpuan penyerangan dalam taktik pelatih Roberto Donadoni. Seiring cedera beberapa pemain di Piala Konfederasi, kepindahan Cassano bisa jadi membuka pintu baginya untuk membela negaranya di Piala Dunia 2014. Prediksi Piala Dunia