Italia Membutuhkan Seorang Antonio Cassano Di Piala Dunia

Italia Membutuhkan Seorang Antonio Cassano Di Piala Dunia

Italia Membutuhkan Seorang Antonio Cassano Di Piala Dunia

Dia telah disebut sebagai ‘Il Gioiello di Bari Vecchia’ atau Jewel of Old Bari. Sebuah karir sepak bola profesional yang telah berlangsung hampir lima belas tahun dengan tujuh klub sepak bola yang berbeda, dari Bari ke Roma lalu ke Madrid kemudian kembali keItalia bersama Sampdoria diikuti dengan AC Milan dan Inter Milan dan akhirnya berlabuh ke Parma. Daftar awal karir pelanggaranya membuat seorang Mario Balotelli terlihat seperti orang suci. Dia memiliki julukan ‘Cassanata’ yang didedikasikan untuk dia dalam sepakbola Italia, istilah tersebut diciptakan oleh mantan manajernya oleh Fabio Capello. Julukan yang di berikan bagi seseorang yang sering melakukan sesuatu yang konyol di lapangan sepakbola dan ia adalah Antonio Cassano. Saat masa sepakbolanya di Serie A di usia muda di pada tahun 2001 dan 2003, dia tidak pernah memperlihatkan seberapa besar potensinya. Kurangnya kematangan diperparah oleh beberapa pelanggaran ringan telah menyebabkan karir nomaden di klub sepak bola. 

Namun, Italia selalu mencintai seorang pemain yang gila dan jenius dan Cassano tidak berbeda. Diberkati dengan visi yang hebat dan teknik yang indah, ia telah berhasil bermain untuk enam klub yang berbeda di Italia. Namun masalah yang terjadi di awal karirnya tersebut membawa tahun-tahun terakhir karirnya telah membawa kematangan yang relatif, setidaknya untuk Cassano. Pekan lalu, ia berhasil mencetak 100 golnya di Serie A gol untuk Parma saat melawan Bologna, tendangan voli indahnya  dengan memaksimalkan tendangan sudut. Penampilan terbaiknya di turnamen internasional terlihat saat Euro 2012 ketika Italia melangkah di semua jalan menuju final sebelum kalah atas kinerja yang luar biasa dari Spanyol. Dengan drawing Piala Dunia FIFA 2014 menempatkan Italia melawan Uruguay dan Inggris di grup yang sulit, sangat penting bagi Italia untuk menempatkan seseorang seperti Cassano.

Kemitraan dengan Mario Balotelli adalah sesutau hal yang luar biasa pada tahun 2012 dan meskipun ia tidak bermain untuk Azzurri di semua pertandingan pada tahun 2013, performanya yang baik untuk Parma musim ini membuat kesempatan lain di panggung terbesar untuk semua skuad Italia yang ada. Haruskah Cesare Prandelli menempatkan pemain lincah Cassano ke Brazil dengan dia musim panas mendatang yang akan memberikan pemain berusia 31 tahun merasakan untuk pertama kalinya beraksi di Piala Dunia, yang telah diabaikan pada tahun 2006 dan 2010. Tidak diketahui sebagai pencetak gol produktif, pemain lini serang tersebut sudah membekukan enam gol hanya dalam 14 penampilanya di musim ini sebagaimana Parma yang dalam upaya untuk membangun skuad mereka di tengah klasemen di Serie A.