Bola Online Sterling dan Tekanan di Liverpool

Liverpool's Raheem Sterling stretches for the ball during their English Premier League soccer match against Arsenal at Anfield in Liverpool

Sterling dan Tekanan di Liverpool

Bola Online – Raheem Sterling seperti mendapatkan angin segar. Dimasa lalu, pemain muda yang dapat menembus tim utama Liverpool selalu mendapatkan tekanan yang besar di pundak mereka. steve McManaman, Robbie Fowler, dan terutama Michael Owen dengan cepat menjadi pemain favorit fans yang diekspektasikan untuk mempertontonkan konsistensi tingkat tinggi, tapi dengan kombinasi menajemen yang bagus, situasi dan miskonsepsi yang aneh, Sterling diperbolehkan untuk tumbuh jauh dari sorotan lampoon yang konstan.

Manajemen yang bagus, karena setelah tampil dengan ekselen di awal karirnya bersama Liverpool, Brendan Rodgers dan timnya telah memutuskan untuk memberikan ruang bernapas bagi Sterling, mereka memberikan tubuh dan pikiran Sterling waktu untuk berkembang diluar sorotan highlight media dan ekspektasi supporter. Situasi karena Sterling memiliki senior seperti Gerrard, Coutinho, dan untuk saat ini dan beberapa minggu kedepan ada Suarez juga, pemain yang telah disebutkan tadi berstatus sbeagai pemain bintang. Sementara Jordon Ibe juga membantunya mencuri hype dari supporter. Kemudian ada miskonsepsi. Dan oh, bagaimana fans sepakbola sangat suka untuk mengulang ungkapan lama. “Dia tak secepat yang saya kira” setelah melihat penampilannya.

Jordon Ibe kini menjadi pemain yang mencuri hype dari Sterling. Saat ditanyai tentang siapa pemain Liverpool yang sangat cepat menurut dia, Ibe mengatakan bahwa Sterling adalah pemain tersebut. Padahal masih ada nama lain seperti Daniel Sturridge, Jose Enrique, Glen Johnson, Phillipe Coutinho, atau dirinya sendiri. Satu hal yang tak dapat dipungkiri adalah kepercayaan umum di kalangan supporter Liverpool bahwa Sterling menderita penurunan performa di paruh kedua musim lalu. Faktanya, Sterling hanya memainkan 273 menit dalam 19 pertandingan terakhirnya, jadi terlihat agak keras ketika mengadilinya, saat dia hanya bermain sebanyak 16% dari total waktu yang bisa dia mainkan. Dia juga bermain sebagai pemain cadangan dan juga mengalami cedera di waktu tersebut.

Sterling sebenarnya memiliki akurasi umpan yang tinggi, tapi performanya menurun bila diamati secara penguasaan bola karena dia adalah pemain yang mudah kehilangan bola. Dalam sepuluh pertandingan yang dimainkan, Sterling kehilangan bola dalam 14,3 waktu tiap pertandingan, tapi dalam sepuluh pertandingan  selanjutnya dia kehlangan penguasaan bola 20,7 waktu tiam pertandingan secara rata-rata. Seperti yang kita lihat pada Joe Allen, cedera dapat merenggut performa pemain, dan saat manajer memiliki skuad yang kecil, sulit untuk memilih pemain lain yang tersedia. oleh karena itu terkadang pemain yang masih dalam masa pemulihan atau mengalami cedera kecil terpaksa tampil dalam skuad.

Setelah kedatangan Coutinho, Sturridge, dan kembalinya Lucas bulan Januari, Rodgers akhirnya memiliki waktu untuk memberikan pemain yang cedera waktu beristirahat – jatah istirahat yang harusnya dimiliki oleh Sterling musim lalu. Sesuatu yang popular dalam diri Sterling, selain bakatnya adalah sikap yang buruk. Mungkin Rodgers tak pernah menghukumnya saat melakukan kesalahan, tapi dia harus mengasuh pemain mudanya dengan baik agar tumbuh menjadi pria sejati.

Banyak fans Liverpool yang merasa tak ada hype yang menyelimuti Sterling seperti masa-masa Fowler dan Owen. Penyebabnya satu dan sederhana, karena dia bukan pemain dengan kualitas yang sama seperti seniornya dulu. Fowler dan Owen tak diragukan lagi adalah bakat yang sangat luar biasa sejak menjalani debut hingga beberapa tahun kemudian, tapi masih terlalu awal untuk membandingkan antara pemain berpotensi seperti Sterling dengan duo penyerang legendaries tersebut. Fans dapat menghitung jumlah gol Fowler dan Owen karena posisinya sebagai striker, untuk Sterling, butuh kecermatan lebih dalam melihat permainannya. Bola Online