Bola Online Penghargaan FIFA Puskas Award 2013

Penghargaan FIFA Puskas Award 2013

Penghargaan FIFA Puskas Award 2013

Bola Online – Melihat sepuluh gol terbaik yang telah dinominasikan untuk menerima penghargaan FIFA Puskas Award 2013. Diluncurkan pada tahun 2009, penghargaan ini telah dimenangkan oleh beberapa pemain terhebat yang menginjakkan kakinya ke lapangan di era modern. Cristiano Ronaldo memenangkan penghargaan untuk pertama kalinya, sementara Neymar meraih penghargaan pada tahun 2011 dengan gol-nya yang terkenal untuk Santos yang meluncurkan karirnya dan membuatnya menjadi superstar di YouTube.

FIFA telah memilih sepuluh gol yang sensasional untuk tahun ini :

Louisa Necib

Dikenal sebagai Zinedine Zidane wanita, Necib mencetak gol indahnya saat melawan Saint Etienne pada bulan Maret Pemain sepakbola wanita berusia 26 tahun itu menembakkan bola dari luar kotak pinalti dan bola mengarah tepat ke pojok atas gawang tanpa bisa dihentikan oleh kiper lawan. Unstoppable

Juan Manuel Olivera

Gol yang tercipta dari sebuah tembakan voli yang tak terbendung dalam pertandingan Nautico melawan Sport Recife di Copa Sudamerica pada bulan Agustus. Pemain asal Uruguay itu  hanya memberikan sedikit kesempatan pada lawan-lawannya untuk bereaksi, setelah rekan-rekan setimnya melakukan tiga kali umpan yang cepat, ia melakukan finishing dengan tendangan voli yang luar biasa.

Nemanja Matic

Tanda dari gol yang baik tidak hanya dengan cara di mana ia mencetak gol, tetapi juga penting atau tidaknya gol tersebut – dan tidak ada yang menyangkal bahwa Matic menghasilkan gol yang sangat penting ketika itu. Pemain Benfica mencetak gol indah dengan tendangan voli dari kaki kirinya ketika melawan Porto musim lalu, pada saat itu kedua tim masih bermain imbang dan mencari satu gol untuk meraih tiga poin penuh dalam perburuan gelar.

Daniel Ludueña

Ludueña mencetak gol bagi Pachuca ketika melawan Tigres pada bulan Juli. Pemain gelandang itu memamerkan beberapa gerak kakinya yang lincah sebelum mengirim tembakan dari garis tengah lapangan ke gawang lawan. Woof.

Lisa The Vanna

Kandidat wanita yang kedua dalam daftar ini adalah De Vanna, dia melepas tendangan overhead yang sensasional dalam pertemuan Sky Blue melawan Boston Breakers. Pemain sepakbola asal Australia itu menerima umpan lambung dari rekannya di kotak pinalti lawan. Vanna melakukan manuver sebelum meluncurkan tendangan salto yang tidak bisa diantisipasi kiper lawan.

Antonio Di Natale

Di Natale adalah pahlawan sejati bagi Udinese, Di Natale mungkin salah satu pemain paling berbakat dari generasinya dan telah membangun karirnya dengan gol-gol yang brilian seperti ini. Gol indah tersebut tercipta saat melawan Chievo, ia menggunakan teknik tendangan voli yang sempurna untuk menaklukan kiper lawan.

Neymar

Neymar tidak asing lagi dengan penghargaan ini, ia meraih penghargaan tersebut pada tahun 2011. Dia mencetak gol dengan teknik yang memukau saat melawan Jepang di Piala Konfederasi lalu. Dia mencetak banyak keindahan selama turnamen itu, pemain muda melakukan tendangan voli dari luar kotak pinalti atau sekitar 20 yard yang tidak bissa dibendung kiper Jepang.

Peter Ankersen

Bahkan jika dia tidak memenangkan penghargaan Puskas Award, Ankersen dapat merasa bangga bahwa ia telah mencetak gol terbaik yang pernah dicetak oleh seorang bek. Pemain full-back tersebut menerima umpan lambung di kotak pinalti lawan, hanya dengan sekali kontrol dia kemudian melepaskan tendangan voli dari sudut yang sempit dan tidak bisa dibendung oleh kiper.

Panagiotis Kone

Ini sebuah tembakan yang indah dari Panagiotis Kone – ia sedikit terlambat ke kotak pinalti ketika rekannya melakukan umpan silang,  dan tubuhnya menyesuaikan dengan datangnya bola yang memungkinkannya melakukan tendangan salto, kiper lawan tidak bisa mengantisipasi tendangan salto yang sensasional tersebut.

Zlatan Ibrahimovic

Apakah kita menyimpan yang terbaik sebagai yang terakhir? Ibrahimovic sedang  dalam performa terbaiknya saat melawan Inggris, ia mencetak semua empat gol dalam kemenangan 4-2 Swedia atas The Three Lions. Ini adalah gol keempatnya sekaligus yang terakhir pada pertandingan malam itu, terus terang gol itu sedikit membingungkan, yang dicetaknya dengan tendangan gunting dari jarak sekitar 30 meter. Dengan Joe Hart berada jauh dari gawangnya, striker Swedia itu meluncurkan bola melewati bahunya dan masuk ke gawang. Meskipun ada upaya dari bek Inggris untuk mengejar bola, tapi bola terlalu deras masuk ke gawang. Bola Online