Bola Online Allegri Tolak Tuduhan Terhadap Balotelli

Allegri Tolak Tuduhan Terhadap Balotelli

Allegri Tolak Tuduhan Terhadap Balotelli

Bola Online – Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri membalas pernyataan dari walikota Verona yang menganggap Mario Balotelli seorang pembuat ulah. Bagi sang pelatih penyerang andalannya itu bukan merupakan sumber permasalahan rasis, melainkan justru dari pendukung lawan.

“Permasalahan rasis yang berkembang tidak ada kaitannya dengan Mario Balotelli, melainkan dengan kurangnya budaya pada sebagian orang-orang yang pergi ke stadion dan berperilaku dengan cara tertentu terhadap pemain yang memiliki jenis kulit berbeda,” ujar Allegri. Max Allegri menyampaikan hal tersebut dalam sebuah sesi wawancara di tengah persiapan timnya untuk menghadapi tim promosi, Hellas Verona.

Sebelumnya walikota Verona Flavio Tosi juga mengatakan jelang bergulirnya pertandingan perdana tim tersebut di Serie A setelah absen untuk beberapa dekade terakhir,  dan ia mengungkapkan kalau tindakan yang kerap dilakukan oleh Mario Balotelli justru membawa pelecehan atas dirinya sendiri. “Mario seorang pembuat ulah. Ada sejumlah pemain berkulit hitam (di Italia), dan keseluruhannya tidak ada yang pernah berbuat ulah kepada pendukung lawan dan tidak ada permasalahan mendasar,” ungkap Tosi.

 Partai yang diusung oleh Tosi sebelumnya pernah terlibat dalam serangkaian kasus skandal rasisme. Meski demikian ia merupakan satu-satunya politisi Liga Utara yang mempublikaskan permintaan maafnya kepada Menteri Italia untuk Integrasi, Cecile Kyenge, setelah Senat wakil presiden dan rekan sesama anggota partainya, Roberto Calderoli mengatakan ia (Cecile) seperti orangutan. Sementara dukungan terhadap aksi tindak tegas rasisme juga disuarakan oleh pelatih yang sukses membawa gelar juara Serie A musim lalu, Juventus, Antonio Conte. Ia meminta kepada pihak media tidak memberikan sorotan kepada mereka dan akan lebih baik bila tetap mengabaikannya.

“Segala sesuatu permasalahan ini bisa berakhir di tangan anda. Karena anda-lah yang menulis dan menyiarkannya di televise, oleh karena itu dengan tidak memberikan perhatian kepada mereka, tentu rasa kebanggaaan yang mereka pikir demikian, menjadi sia-sia belaka,” lanjut mantan punggawa Juventus tersebut. “Karena bila saya melihat mereka, rasa kebanggaan bisa menghina seseorang pemain dengan seenaknya, dan kemudian disorot oleh televisi dan tanpa rasa malu menunjukan sikap yang kurang berkenan, sudah sepantasnya hal itu disingkirkan dari peradaban modern.Kejadian seperti ini bukan hanya sesekali melainkan kerap kali hampir mewarnai di seluruh pertandingan Serie A yang di dalam sebuah tim memiliki perbedaan warna tersendiri dan ini menjadi perhatian dan sumber ejeken bagi para pendukung yang tidak bertanggungjawab.”

Sama halnya seperti Lazio dan AS Roma, yang dikenal memiliki pendukung fanatic beraliran garis keras. Bahkan pendukungnya memiliki seksi tersendiri di dalam stadion, sehingga sempat membuat stadion Olimpico steril dari pendukung dari kedua tim. Bahkan baru-baru ini pihak Lazio mengajukan banding terhadap keputusan FIGC yang menjatuhkan sanksi di bagian seksi Curva Nord  di dalam stadion Olimpico untuk tidak digunakan lagi, bahkan dilarang untuk diisi oleh pendukung saat Lazio kontra Udinese di laga perdana Serie A musim ini. Bola Online