Ada Apa Dengan Lini Depan Chelsea

Ada Apa Dengan Lini Depan Chelsea

Ada Apa Dengan Lini Depan Chelsea

Kedatangan sosok Jose Mourinho ke skuad The Blues musim ini memang sempat memberikan harapan dan asa. Chelsea sendiri saat ini berada di posisi 3 di bawah Arsenal dan juga Liverpool di klasemen sementara Liga Inggris musim ini. Namun yang menarik perhatian adalah keberhasilan Chelsea berada di posisi 3 besar ini ditentukan oleh kehebatan sektor tengah atau gelandang mereka. Lini depan The Blues seolah tidak bisa berbuat apapun demi membawa Chelsea berbicara banyak di kompetisi Liga Inggris dan juga Liga Champions. Masih ingat bagaimana Basel mampu mengalahkan Chelsea di Liga Champions musim ini sebanyak 2 kali. Dan Chelsea lolos ke babak 16 besar sendiri sedikit di bantu tidak konsistennya Schalke dan juga Basel itu sendiri.

Ketika mendengar nama-nama seperti Fernando Torres, Samuel Eto’o dan juga Demba Ba, praktis semua orang akan terkesima dan juga akan membayangkan bagaimana ngerinya barisan depan Chelsea jika diisi ketiga nama tersebut. Torres mampu membawa Espana meraih 2 gelar Piala Eropa dan Piala Dunia. Eto’o merebut 3 kali Liga Champions, sementara Demba Ba membawa Newcastle menjadi tim yang mengerikan. Tentu sudah terbayangkan akan seperti apa peran ketiga pemain ini. Namun hingga ke pekan ke 16, bayangan tersebut semakin pudar. Bahkan kombinasi jumlah gol ketiga pemain ini jauh di bawah gol Oscar dan Eden Hazard yang masing-masing mencetak 5 gol dan 6 gol di Liga Inggris musim ini. Sebuah dilemma bagi pasukan Chelsea tentunya.

Dengan keadaan ini praktis Jose Mourinho sering memasang Andre Schurrle guna mengisi posisi lini depan guna memainkan peran false 9. Dan terbukti Schurrle mampu mencetak 3 gol di Liga Inggris. Lebih baik 1 gol dari Eto’o dan 2 gol dari Torres dan Demba Ba. Peran gelandang atau lini tengah Chelsea justru lebih mengerikan. Eden Hazard menjadi pencetak gol terbanyak dengan 6 gol, lalu Oscar berada di tempat kedua dengan 5 gol. Menyusul Lampard dengan 4 gol. Jika yang dipermasalahkan adalah sektor tengah Chelsea, tentu tidak fair. Pasalnya gelandang-gelandang Chelsea ini mampu memberikan peran penting dan bahkan mencetak gol lebih banyak ketimbang lini depan.

Chelsea memiliki bomber yang berbahaya, namun tidak ada yang bisa bermain gemilang layaknya Suarez di Liverpool, lalu Aguero di City dan juga Romelu Lukaku di Everton. Nama terakhir sendiri sebenarnya merupakan pemain Chelsea yang dipinjamkan ke The Toffess hingga akhir musim. Praktis jika Chelsea ingin memanggilnya kembali, mereka harus menunggu tahun depan. Dan keputusan untuk meminjamkan Lukaku bisa jadi keputusan misterius yang disayangkan oleh Mou di musim ini. Pasalnya Lukaku mampu tampil cemerlang dan juga menawan berasa Everton.